Bab I Pendahuluan
Latar Belakang
Archimedes menemukan cara dan rumus untuk menghitung volume benda yang
tidak mempunyai bentuk baku. Menurut kisah tersebut, sebuah mahkota untuk raja
Hiero II telah dibuat dan raja memerintahkan Archimedes untuk memeriksa apakah
mahkota tersebut benar-benar terbuat dari emas murni ataukah mengandung
tambahan perak. Karena Raja Hiero II tidak mempercayai pembuat mahkota
tersebut. Saat Archimedes berendam dalam bak mandinya, dia melihat bahwa air
dalam bak mandinya tertumpah keluar sebanding dengan besar tubuhnya. Archimedes
menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk menghitung volume dan isi
dari mahkota tersebut. Dengan membagi berat mahkota
dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat
jenis dari mahkota bisa diperoleh. Berat Jenis mahkota akan lebih
rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku
curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih
rendah. Karena terlalu gembira dengan penemuannya ini, Archimedes melompat
keluar dari bak mandinya, lupa berpakaian terlebih dahulu, berlari keluar
ke jalan dan berteriak "EUREKA!" atau 'Saya
menemukannya' .
Bab II Isi
Hukum archimedes
Hukum Archimedes menyatakan sebagai berikut, Sebuah
benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami
gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya.
Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian
dalam suatu fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas yang sama besar dengan
berat fluida fluida yang dipindahkan. Besarnya gaya ke atas menurut Hukum
Archimedes ditulis dalam persamaan :
Fa = ρ v g
Keterangan :
Fa = gaya ke atas (N)
V = volume benda yang tercelup (m3)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
Hukum ini juga bukan suatu hukum fundamental karena
dapat diturunkan dari hukum newton juga.
- Bila gaya archimedes sama dengan gaya berat W maka
resultan gaya =0 dan benda
melayang .
- Bila FA>W maka benda akan terdorong keatas akan
melayang
- Bila FA<W maka benda akan terdorong kebawah dan
tenggelam
Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat
massa balok maka agar balok berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang dipindahkan
harus lebih kecil dari pada volume balok.Artinya tidak seluruhnya berada
terendam dalam cairan dengan perkataan lain benda mengapung. Agar benda
melayang maka volume zat cair yang dipindahkan harus sama dengan volume balok
dan rapat massa cairan sama dengan rapat rapat massa benda.
Jika rapat massa benda lebih besar daripada rapat
massa fluida, maka benda akan mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama
dengan nol. Artinya benda akan jatuh tenggelam.
Berdasarkan Hukum Archimedes, sebuah benda yang
tercelup ke dalam zat cair akan mengalami dua gaya, yaitu gaya gravitasi atau
gaya berat (W) dan gaya ke atas (Fa) dari zat cair itu. Dalam hal ini ada tiga
peristiwa yang berkaitan dengan besarnya kedua gaya tersebut yaitu seperti
berikut
• Tenggelam
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
tenggelam jika berat benda (w)
lebih besar dari gaya ke atas (Fa).
w > Fa
ρb X Vb X g > ρa X Va X g
ρb > ρa
Volume bagian benda yang tenggelam bergantung dari
rapat massa zat cair (ρ)
• Melayang
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
melayang jika berat benda (w)
sama dengan gaya ke atas (Fa) atu benda tersebut
tersebut dalam keadaan setimbang
w = Fa
ρb X Vb X g = ρa X Va X g
ρb = ρa
Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair
akan berlaku :
(FA)tot = Wtot
rc . g (V1+V2+V3+V4+…..) = W1 + W2 + W3 +
W4 +…..
• Terapung
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan
terapung jika berat benda (w)
lebih kecil dari gaya ke atas (Fa).
w = Fa
ρb X Vb X g = ρa X Va X g
ρb < ρa
Misal : Sepotong gabus ditahan pada dasar bejana
berisi zat cair, setelah dilepas, gabus
tersebut akan naik ke permukaan zat cair (terapung)
karena :
FA > W
rc . Vb . g > rb . Vb . g
rc $rb
Selisih antara W dan FA disebut gaya naik (Fn).
Fn = FA - W
Benda terapung tentunya dalam keadaan setimbang,
sehingga berlaku :
FA’ = W
rc . Vb2 . g = rb . Vb . g
FA’ = Gaya ke atas yang dialami oleh bagian benda yang
tercelup di dalam zat cair.
Vb1 = Volume benda yang berada dipermukaan zat cair.
Vb2 = Volume benda yang tercelup di
dalam zat cair.
Vb = Vb1 + Vb 2
FA’ = rc . Vb2 . g
Berat (massa) benda terapung = berat (massa) zat cair
yang dipindahkan
Daya apung (bouyancy) ada 3 macam, yaitu :
1. Daya apung positif (positive bouyancy) : bila suatu
benda mengapung.
2. Daya apung negatif (negative bouyancy) : bila suatu
benda tenggelam.
3. Daya apung netral (neutral bouyancy) : bila benda
dapat melayang.
Bouyancy adalah suatu faktor yang sangat penting di
dalam penyelaman. Selama
bergerak dalam air dengan scuba, penyelam harus
mempertahankan posisi neutral
bouyancy.
Konsep Melayang, Tenggelam dan Terapung.
Kapankah suatu benda dapat terapung, tenggelam dan
melayang ?
a. Benda dapat terapung bila massa jenis benda lebih
besar dari massa jenis zat cair.
(miskonsepsi).
b. Benda dapat terapung bila massa jenis benda lebih
kecil dari massa jenis zat cair.
(konsepsi ilmiah)
c. Benda dapat melayang bila massa jenis benda sama
dengan massa jenis zat cair.
(konsepsi ilmiah)
d. Benda dapat tenggelam bila massa jenis benda lebih
besar dari massa jenis zat cair.
(konsepsi ilmiah).
e. Terapung, melayang dan tenggelam dipengaruhi oleh
volume benda. (miskonsepsi).
f. Terapung, melayang dan tenggelam dipengaruhi oleh
berat dan massa benda
(miskonsepsi).
Tambahan
Mengapa Telur Tenggelam Dalam Air Biasa?
Pada saat telur tenggelam dalam air, berlakulah HUKUM
ARCHIMEDES…”Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya akan mengalami gaya
ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.”
Mengapa Telur Tenggelam Dalam Air Biasa? Sesuai
dengan Hukum Archimedes mengenai prinsip TENGGELAM, maka telur tenggelam dalam
air biasa disebabkan karena :
- W telur > Fa
(berat telur > gaya ke atas oleh air)
- S telur > S zat cair
(berat jenis telur > berat jenis zat cair)
dimana rumus berat jenis :
S = massa jenis x gravitasi
Supaya telur tersebut tidak tenggelam, kita dapat
menambahkan garam pada air tersebut. Sehingga menyebabkan W telur < Fa dan S
telur < S air.
Mengapa Kapal baja bisa mengapung di-Air, padahal BJ
baja 7.85 tom/m3 dan BJ air 1 ton/m3?
Karena berat baja per luasannya masih lebih kecil dari
air.
Sumber : http://sg.ard.yahoo.com/
Bagaimana Penerapan Hukum Archimedes ?
Pada kapal selam dimana kapal dapat melayang( tidak
tenggelam tdak juga mengapung). Karena F archimedes = F benda
F archmedes = V benda x massa jenis air x gravitasi.
sebagai percobaan ambil wadah bening di isi air putih
lalu masukan 1 butir telur, yang terjadi telur akan tenggelam, lalu coba dalam
wadah itu masukan garam.. hingga telur mengapung. ini dikarenakan perbedaan
massa jenis air garam dengan benda.
karena massa jenis air laut umumnya sama maka berat
kapal selam sudah didisain sedemikian rupa agar kapal bisa melayang.
Percobaan
No
|
Tinngi Air Tanpa Beban
|
Tinggi Air Setelah di Masukkan Beban
|
||
Beban Tenggelam
|
Beban Melayang
|
Beban Mengapung
|
||
1
|
11 cm
|
11,7 cm
|
11,3 cm
|
11,1 cm
|
2
|
11 cm
|
11,5 cm
|
11,3 cm
|
11,1 cm
|
3
|
11 cm
|
11,4 cm
|
11,3 cm
|
11,1 cm
|
4
|
10,9 cm
|
11,2 cm
|
11,2 cm
|
11,0 cm
|
5
|
10,9 cm
|
11,0 cm
|
11,2 cm
|
11,0 cm
|
6
|
10,7 cm
|
10,9 cm
|
11,0 cm
|
10,8 cm
|
7
|
10,7 cm
|
10,8 cm
|
11,0 cm
|
10,8 cm
|
8
|
10,6 cm
|
10,7 cm
|
10,9 cm
|
10,7 cm
|
9
|
10,6 cm
|
10,6 cm
|
10,9 cm
|
10,7 cm
|
10
|
10,2 cm
|
10,3 cm
|
10,5 cm
|
10,3 cm
|
Bab III Kesimpulan Dan Saran
Archimedes adalah seorangahli yang
menemukan teori archimedes. Teori archimedes berfungsi untuk mengukur berat
atau massa benda yang berada didalam air dan di atas air ( di udara ).
Teori ini sangat baik untuk dipelajari,
karena teori ini sangat berhubungan erat dengan kehidupan kita sehari hari.
Jadi marilah kita mempelajari teoriarchimedes ini.
Daftar Pustaka
http//www.google.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar